Senin, 14 November 2011

I dont Have a dream part II


Sebuah kilatan menghancurkan hatiku, aku benar-benar ketakutan. Tidak, mereka salah. “Guys, ini aku, angela. Aku sudah datang, ayo kita main bersama. Bentar lagi jam 9.” Ucapku keras, tapi tak ada yang menggubrisku. Mereka terlarut dalam tangisnya hingga tak mendengarku. Aku mendekati mereka beberapa langkah. Betapa kagetnya aku ketika aku tak melihat diriku sendiri di cermin.
“Tidak…apa yang terjadi? Apa yang terjadi? AAARRRGGGGHH!!!”
Kilatan ingatan mengembalikanku ke suara tadi. Suara yang membuatku lupa semuanya. Suara apa tadi? Suara apa???
TIIIIIIIIIINNNTTT…. CYYIIIIITTTT….BRAAKK!!!
Suara klakson mobil dan tabrakan.
Kulihat polisi-polisi yang berkerumun di sekeliling jalanan, bahkan jalan sudah di tutup. Beberapa wartawan yang seharusnya datang ke Julian school memotret-motret dan mencatat setiap yang diomongkan salah satu polisi.
“Pengemudinya sedang mabuk dan dia mengakui sudah menabrak Nona Angela. Dia dijadikan tersangka saat ini.”
Aku benar-benar marah mendengar polisi sialan itu. SIALAN!! Hiks! Aku berbalik dengan menabrak semua orang yang ada di depanku, mereka tidak merasakan keberadaanku. Langkahku terhenti, aku terpaku didepan mayatku. Emosiku kini benar-benar meluap. Aku marah dan menangis. Kulihat seseorang yang duduk di kursi penumpang mobil polisi.
“Maafkan aku, aku benar-benar menyesal… maafkan aku, aku benar-benar menyesal, aku tak sengaja… maafkan aku, aku benar-benar menyesal…” terus dan terus ia mengulangi kalimat itu.

“Menyesal katamu? MENYESAL??? KAU MENGHANCURKAN TUBUHKU! MENGHANCURKAN MIMPIKU DAN HARAPAN MAMAKU!!! SETAN KAU! BEDEBAH!! KAU MENGHANCURKAN MIMPIKUUUUU!!!”
Sekuat tenaga aku memukulinya meskipun ia tak merasakan.
Aku memafkanmu, tapi jangan sekarang, jangan hari ini, hari dimana mimpiku…mimpiku…kau tak hanya membunuhku, kau membunuh semua tentangku!

Aku menangis di sudut jalan dengan bersimbah emosi dan dendam yang takkan hanya kubalaskan padanya, pembunuh.

4 komentar:

Silakan berkomentar disini :)