Sebelumnya, maaf saya dalam kondisi marah ketika menulis kisah ini. Ini bukan kisah saya, tetapi kisah hidup seorang yang selalu bersama saya 3 tahun lebih. “Pulang dari Jakarta, aku gak mau dengar ada bencana alam atau badai di Malang.” pesan saya kepada dua teman dekat saya Jumat 25 Oktober sebelum saya berangkat ke Jakarta. Pasalnya, saya berangkat meninggalkan keduanya dalam kondisi yang sedang dalam carut marut dimata saya. Anggap saja teman saya si A dan si B. Pertama, beberapa hari sebelum keberangkatan A bilang ke saya kalau pacarnya mau pindah dan tinggal di Malang. Masalahnya? Dari awal A pacaran dengan lelaki ini kami berdua memang kurang setuju, bukan karena apa-apa, ini karena urusan agama. Dilain sisi, ketika pacarnya ke Malang, A selalu menghilang tanpa jejak tanpa kabar yang saya takutkan kalau saya gak di Malang dua minggu dan dua teman saya ini gak ngumpul sama sekali gak berhubungan sama sekali karena sama-sama sibuk. Kalau saya kan pengangguran, sempetlah b...