Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Anak Ibu

Anak yang baik adalah anak yang dapat memelihara hati ibunya. Alun-alun Surga Seorang wanita. Seorang ibu. Melahirkan. Membesarkan. Merawat. Apa yang sebenarnya ia lakukan kepada anaknya? Begini. Seorang anak. Anak satu-satunya. Anak perempuan. Anak manis. Gadis periang. Bermain dengan teman-teman. Sebayanya. Semua laki-laki. Ibu khawatir. Kita akan pindah, Nak. Anak mengangguk. Ah, anak yang baik. Kau tak takut kehilangan teman-teman? Anak menggeleng. Ah, anak yang baik. Mereka pergi. Mengembara. Ke desa. Ke desa. Desa demi desa. Teman demi teman. Kebaikan demi kebaikan. Keganjilan demi keganjilan. Kebaikan demi kebaikan. Keburukan demi keburukan. Kebaikan demi kebaikan. Keanehan demi keanehan. Kebaikan demi kebaikan. Stop! Kita tinggal di sini. Bermainlah. Ke alun-alun. Jumpai teman-teman. Kau sudah beroleh pelajaran dari pengembaraan, bukan? Anak tersenyum. Senyum yang merah. Senyum yang manis. Lalu mengangguk. Anggukan yang melegakan. Apa, Nak? Katakanlah. An...

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

Akibat SMS

Lagi lagi saya ada sebuah cerita. Sebenarnya sudah terjadi beberapa hari yang lalu, tapi karena saya sedang tdk bisa connect, akhirnya baru bisa saya posting sekarang. jadi, langsung saja simak cerita saya. Di postingan saya HITAM PUTIH beberapa waktu lalu, ada perdebatan antara Anima dan Nima dalam diri saya. Yang inti perdebatannya adalah *piip* silahkan dibaca sendiri. Dari pada saya ringkas disini dan menyebabkan fitnah baru. Lagi pula saya tidak mau nggosip :D Pagi itu, saya berkumpul dengan teman teman saya, mereka adalah teman-teman di KPU FISIP. Kami berkumpul di sekret tercinta. Yangs aya ingat, waktu itu ada syaa, kapel, bempel, Maria sie acara, Nda sie PDD, dan siapa lagi saya lupa. Di secret, ada yang membuka blog saya dan ketahuanlah semua kelakuan dan sifat saya yang sebenarnya karena saya tidak pernah bohong di blog. Saya selalu curhat apapun di blog. Tercium sudah kejelekan saya di blog. Lalu, karena sudah tercium bau bangkainya hehe, saya bacakan sekalia...

Sesal

Nah, penyesalan itu memang datang belakang. Dan belum pernah ada yang merasakan penyesalan itu diawal. Seperti saya, sekarang merasa menyesal karena telah posting HITAM PUTIH. Tapi meskipun menyesal saya tidak akan menghapus postingan itu.... Jangan memikirkan yang tidak tidak dulu, alasan saya kenapa tidak menghapus postingan HITAM PUTIH karena kalau saya hapus berarti postingan saya berkurang satu dan saya tidak bisa nulis postingan ini. Bukan menyesal, tapi allah menyadarkan saya. Menyadarkan saya bahwa memang jodoh itu ditangannya dan saya gak perlu repot mencintai orang sekarang. hahahaa... Jadi Anima lah yang memenangkan hati saya. Hidayah datang semalem ketika saya buka FB. Tiba-tiba semuanya langsung berubah ketika Negara api menyerang. Tidak perlu saya ceritakan dengan lengkap bagaimana hidayah dan ilham itu malam malam menghampiri saya. Rasanya seperti malaikat jibril itu selalu disamping saya. Alhamdulillah banget T_T Dan akhirnya, semalem saya pulang d...

HITAM PUTIH

Langsung angkat tangan deh yang tau HITAM PUTIH.... Kalo hobinya nonton reality show, Pasti mikir ini hitam putihnya dedi corbuzier, Kalo punya hobi fotografi, mesti mikirnya monokrom photo, Kalo suka nonton horror / thriller mesti kepikiran pocong / mbak kunti, kalo enggak, mesti ilmu perdukunan. Silahkan pilih yang manakah persepsi anda tentang judulnya... Yang jelas saya pengen nangis tumpah ruah T_T Kenapa? Karena sejak dua hari yang lalu, saya tidak bisa menemukan dirisaya sendiri. Selalu ada perdebatan, apalagi pagi ini. Dan yang saya perdebatkan adalah hal yang biasa banget bagi anak muda jaman sekarang... kuliah Bukan bukan.... galau.. Nyrempet.... Bunuh diri...bisa jadi Bukannya saya pengen langsung bunuh diri bukan... tapi ada hal yang membuat saya selalu kepikiran, gimana kalau gimana kalau dan gimana kalau saya gak ada di dunia ini kuliah di UB. Gara-garanya, teman saya yang dulu tidak saya sukai karena dia sangat menjengkelkan itu hobi...

Agenda Akhir Tahun

Hari ini tanggal 23 Desember, nah lho? 7 hari terakhir menuju tahun depan. saatnya evaluasi, introspeksi diri, planning tahun depan, akhiri tahun ini dengan senyum. itulah judul agenda akhir tahunku ini. Well, actually I just wanna stay here!! tapi karena waktu memang tetap saja waktu yang takkan pernah berhenti, mau memohon apapun ke Allah menurutku itu seuatu yang cukup mustahil. mengenai evaluasi, semalam, saya menanyakan beberapa keburukan saya yg sangat teman saya benci: 1. gak bisa team work, apa apa maunya dikerjakan sendiri dan sok bisa.     oke, saya akui memang that's me... 2. keras kepala. ya iyalah..hahha turunan bapak woe. 3. "Terserah". maksdnya, akukan hobi bilang terserah/manut dan antek-ankteknya...ya bukannya apa-apa, tapiu kadang aku sendiri juga bingung kalau haru ngasih usul dan ususlku yang akan menjadi kunci jawaban. males ah.... yah, untuk introspeksi diri: karena saya tidak menyukai beberapa orang dengan beberapa kategori/sifat: 1. m...

I dont Have a dream part II

Sebuah kilatan menghancurkan hatiku, aku benar-benar ketakutan. Tidak, mereka salah. “Guys, ini aku, angela. Aku sudah datang, ayo kita main bersama. Bentar lagi jam 9.” Ucapku keras, tapi tak ada yang menggubrisku. Mereka terlarut dalam tangisnya hingga tak mendengarku. Aku mendekati mereka beberapa langkah. Betapa kagetnya aku ketika aku tak melihat diriku sendiri di cermin. “Tidak…apa yang terjadi? Apa yang terjadi? AAARRRGGGGHH!!!” Kilatan ingatan mengembalikanku ke suara tadi. Suara yang membuatku lupa semuanya. Suara apa tadi? Suara apa??? TIIIIIIIIIINNNTTT…. CYYIIIIITTTT….BRAAKK!!! Suara klakson mobil dan tabrakan. Kulihat polisi-polisi yang berkerumun di sekeliling jalanan, bahkan jalan sudah di tutup. Beberapa wartawan yang seharusnya datang ke Julian school memotret-motret dan mencatat setiap yang diomongkan salah satu polisi. “Pengemudinya sedang mabuk dan dia mengakui sudah menabrak Nona Angela. Dia dijadikan tersangka saat ini.” Aku benar-benar marah menden...

I don't Have a Dream part I

CYYIIIIITTTT….BRAAKK!!! Gelapnya jalan menutupi semua arah jalan yang harus kutempuh. Aku harus cepat dan mempersiapkan segalanya, make up ku, gaun ku yang sudah disiapkan mama beberapa bulan yang lalu, dan yang paling penting… biolaku. Aku harus memainkannya sebelum pementasanku di mulai. Kucium biolaku sambil berlari. Hari ini, tepat malam ini jam 9 ini, semua mimpiku akan terwujud. Keinginan Mama yang sudah lama terpendam dan kini ia bisa menyaksikan, konser putrinya ini. Aku akan mencatat semua kejadian hari ini, hari bersejarah yang akan membawaku ke mimpi dan cita-citaku sejak kecil. Ah, ini dia! Julian Music School. Sekolah kebanggaan yang akhirnya membuatku menggapai cita-citaku yang malam ini akan mulai kuinjak tangganya, Hall room Julian School. Ternyata sudah di mulai, aku segera berlari menuju belakang Hall room untuk mempersiapkan makeup ku. Jantungku semakin derdetak kencang setelah memasuki halaman depan sekolah. Sungguh, aku bisa merakan getaran-getaran nada biola...

Surat Sahabat

Sepuluh tahun yang lalu Fira berdiri di sini dengan pandangan kosong menatap teman-temannya yang berisik berceloteh dengan teman lainnya, sedangkan ia, hanya berdiri diam. Sedikit ada rasa malu saat itu, hampir setiap hari apa yang ia lakukan selalu sama. Berdiri di depan gerbang SD sedirian tak tahu apa yang ditunggu. Tapi suatu hari ada sebuah keajaiban menghampirinya sepulang sekolah. “Rumahmu mana?” seorang gadis dari kelas 5C yang sering ia lihat di balkon bertanya. “Blok D.” Jawab Fira singkat kala itu. “Aku di Blok F, ayo jalan bareng!” Tanpa berpikir, Fira mangikuti langkah teman barunya untuk yang pertama kali. Lalu berlanjutlah adegan adegan yang sama di setiap harinya. Fira menunggu Rachma di depan gerbang untuk pulang bersama. Begitulah awal persahabatan itu tercipta. Lalu sekarang ia kembali berdiri di sana menunggu seseorang untuk datang sambil menyanyikan lagu persahabatannya, Senin Aku menunggu Selasa akupun masih menunggu      ...

Cemara Ufuk Laut

Berapa jauh langkah yang kau tempuh, aku akan mengikutimu. Satu titik noda pun tak ada keraguan dalam hatiku, bahwa kita berdua kau dan aku adalah pasangan yang tak kan pernah terpecahkan dan tak ka nada yang mampu menghalangi kita berdua. Kau dan aku adalah dua pasangan yang tak kan pernah berhenti menjadi sejarah untuk anak cucu kita hingga riwayat keluarga kita habis dalam 7 turunan. Karin menutup diarynya dan melemparkannya ke depan Johan sambil menahan isak tangisnya. Ia sedikit berpaling dari posisi berdirinya yang menghadap lelaki muda didepannya itu. “Sungguh, awalnya aku benar-benar memperjuangkan kata-kata dalam buku ini. Semoga saja kau masih ingat kalimat-kalimat emas pernikahan kita dulu. Hiks…” Ia menyeka airmatanya yang tak kunjung berhenti. Sang lelaki didepannya hanya diam menatap diarynya. “Kau pengkhianat! Kau pengecut! Bedebah!!! Kau menghancurkan semua mimpi yang sudah kita bangun 17 tahun lamanya! Sekarang hanya jadi sampah! Pengkhianat!” “Bisakah kau ...

Angin- angin Taubat

Singgahan angin malam tak bercorak menghembus kesana kemari. Iringan lampu kerlip merah biru bersaingan. Dendang unik dari suara mobil yang ditakuti semua kriminal mulai bergeming malam ini. Mereka lari, kabur menyelamatkan jiwa kelam mereka agar tak semakin terpuruk dihadapan yang agung di persidangan. Dikeluarkannya seluruh tenaga dan kekuatan melawan hambatan malam yang kian gelap dan tak bersahabat. Lari terbirit-birit menghabiskan semua kekuatan yang sisa sedikit setelah menghamburkannya dalam perkelaian pertumpahan darah. Kiamat mengejarnya, sisa hidupnya jatuh tempo, letihnya tak berperi, tak disangkanya polisi akan mengetahui gelagat mereka. kakinya mulai remuk dan kehabisan darah tak mampu menopang dan memompa larinya lagi. Tapi otaknya bergulat, ia masih ingin hidup dalam keremangan dunia,ia masih ingin menjadi preman Jarot yang disegani, masih ingin menikmati aroma sabu dengan sentuhan tangannya sendiri yang menghadirkan siluet siluet hitam masa lalunya. Menyenangkan seka...