Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mahasiswa

5 Tahun UU Pornografi, Media Massa Tetap menjadi Wahana Pornografi

Kemajuan teknologi yang ditandai dengan cepatnya informasi tersebar mendorong masyarakat untuk hidup lebih modern. Pada dasarnya, teknologi diciptakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempermudah aktivitas manusia menjadi lebih efektif dan efisien. Perkembangan dan kemajuan yang terjadi inipun menjadi sangat pesat terutama teknologi informasi. Bahkan saat ini kemajuan teknologi informasi sudah tidak bisa dibatasi oleh daerah atau wilayah bahkan yang dibatasi oleh laut sekalipun. Selain informasi melalui surat kabar, teknologi informasi yang berkembang di masyarakat dan sangat dinikmati adalah televis dan radio melalui satelit.

PENGAKUAN

Ada satu hal yang membuat saya kepikiran beberapa hari belakangan. Permasalahannya adalah, ini Cuma satu hal, tapi bisa membuat saya kepikiran beberapa hari. Sudah saya lupakan, tapi tetap gak lama kemudian keingat lagi. Biar saya gak dihantui selama berhari-hari dan hari-hari kedepan, ada baiknya membahasnya di sini. Kali aja bisa ilang. Beberapa hari yang lalu ada mention dari teman dekat saya di Malang, inilah ujung dari semua “kepikiran” saya, (@hyandsomeanima) Melting mesti habis baca itu :D

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

PURUK

Sampai saat ini saya hanya bisa meraba-raba. Meraba-raba bahwa sebenarnya saya adalah korban. Saya adalah korban bagi saya dan dua teman saya. Dua teman saya saja dan sisanya tidak. Sisanya tidak karena mereka menganggap saya bukan korban. Bukan korban melainkan tersangka. Tersangka yang menghancurkan strategi. Strategi pemenangan pemilwa. Pemilwa busuk yang terjadi di kampus. Kampus yang penuh prejudice . Prejudice yang mengatakan bahwa saya adalah sebuah penghalang. Sebuah penghalang yang keras. Keras dan batu. Batu yang belum bisa dihancurkan. Belum bisa dihancurkan saat ini. Saat ini mereka mengibarkan bendera perang. Bendera perang melawan saya. Saya yang tahu bahwa saya sangat benci dengan politik. Politik yang membuat saya memiliki banyak musuh. Banyak musuh dan kehilangan teman. Teman yang menganggap saya benci politik karena teman pemilwa tahun lalu. Tahun lalu, tahun keterpurukan. Puruk yang membuat saya takut. Saya takut kehilangan teman. Teman-teman yang saat ini menduku...

Suhu Kampus di November-Desember

10 November 2012 Hari ini memang hari pahlawan, tetapi di bulan ini bukan hanya menjadi bulan perjuangan para pahlawan tetapi juga menjadi bulan perjuangan bagi para aktivis. Kenapa demikian? Karena ternyata bulan Desember adalah bulan Pemilihan, baik pemilihan raya Universitas maupun pemilihan mahasiswa tingkat fakultas. Karena itulah saya menyebutnya dengan bulan perjuangan. Kalau katanya mahasiswa, para aktivis politik kampus sedang  sibuk mempersiapkan strategi pemenangan dan calon, saya justru sibuk mempersiapkan diri untuk segera melarikan diri dari aktivitas itu. Kalau bisa dan kalau saja Allah mengijinkan, rasanya saya pengen menskip bulan November dan desember. Dua bulan inilah bulan-bulan yang paling aaww suppeerrr, #AlaFranky. Entah sejak hari apa tanggal berapa bulan apa, saya menjadi sangat amat sensi sekali dengan yang namanya politik kampus.

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

Bulan Agustus itu....

Banyak sekali hal yang terjadi selama saya vacuum dari blog. Bukan berarti kalau saya tidak bercerita di blog, tidak ada yang istimewa atau yang sedang terjadi di sekitar saya. Bahkan dalam sebulan saja saya kena sial hampir lima kali. bayangkan saja sebulan sialnya beruntut seperti ini -____- rasanya sampe lupa betapa bahagianya kalau lagi beruntung. Saya mulai dari bulan kemarin saat mau pulang ke rumah, pertama saya gak bangun sahur krn gak denger alarm, kedua karena saking baiknya saya, saya menawarkan ke teman saya untuk pulang bareng lewat jombang (artinya harus naik puspa indah yg jalannya naudzubillah nyereminnya), ketiga salah turun (harusnya turun di halte malah turun di terminal), keempat saya lupa kalau tanggal 12 Agustus kemarin sudah H-7 lebaran dan akhirnya saya berdiri dari jombang sampe Nganjuk... errrr dalam keadaan puasa tanpa sahur... rasanya bener-bener pengen batalin puasa T_T oke baiklah,,, Sekarang giliran baliknya dari rumah ke Malang...beginilah nasi...

6 Pertanyaan Muhasabah Imam Ghazali

Pertanyaan ini disampaikan oleh Imam Ghazali kepada siswa-siswanya dan semua jawaban siswanya benar tetapi kurang tepat bagi Imam Ghazali, pertanyaan tersebut adalah: 1. Apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini? Kematian dalam Q.S Ali Imran: 185 "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. kehidupan di dunia hayalah kesenangan yang memperdaya." Kenapa kematian? karena kita tak ada yang tahu, kapan kita mati. Entah  5 menit lagi, 10 menit lagi..kapanpun itu. 2. Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini? Masa Lalu karena kembali ke masa lalu adalah sesuatu yang tidak mungkin kecuali dengan laci nobita dan mesin waktu Doraemon. 3. Apa yang paling besar di dunia ini? Hawa Nafsu Sama halnya dengan teori permintaan dan penawaran. demand akan selalu naik karena kebutuhan manusia ...

Aku---MAHAsiswa

andai aku bisa menikmati hidup seperti mereka (mahasiswa) yg menerima akan adanya 'pengekangan' andai aku mampu menjalani hidup dg kebisuan seperti mereka (mahasiswa) yg terus bungkam diatas ide-ide kreatifnya namun aku hanyalah secuil dari sekian banyak yg menyuarakan suara ide kreatif, walaupun jumlahnya tak sebanyak mereka (mahasiswa) apapun rintangan di depan akan terus ku terjang sebesar apapun halangan itu akan ku hadapi dg diriku sendiri aku tak ingin menjadi seperti MEREKA yg selalu bungkam yg hanya bisa meniru tanpa tau ilmu yg hanya bisa meminta tanpa tau arti sebuah proses tanpa disadari MEREKA telah terkekang oleh aturan NILAI 'A' inilah aku, apapun yg terjadi jangan samakan aku dengan mereka Copas dari Fitri Febri , aktivis kampus Unnes jurusan Bahasa dan Jawa angkatan 2011. Adik Kelas saya SMA, penerus saya sebagai Sekretaris OSIS SMA Negeri 1 Gemolong. "She was the best, as family and friend."

EM taun ini mengecewakan saya, SUNGGUH!

Iya, saya dulu sangat bangga dengan EM, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya 2011. Dengan jumawanya saya Kemana-mana memakai jaket EM, di kelas, maen ke matos, jalan-jalan..anywhere... Dulu, sedikit mengenang... saya adalah staff infokom, anggaplah saya staff yang sangat aktif sampai kenal dengan hampir semua mentri. jangankan mentri, Presiden nya saja saya kenal...yah meskipun beliau suka ketuker antara saya sama si Ticer . jadi Pak Abu (panggilan saya ke presiden) sering manggil saya tica dan manggil tica nama saya "nima" bukan hanya karena kedekatan, tapi juga rasa kekeluargaan yang di tawarkan membuat saya merasa harus dan wajib loyal terhadap EM. bahkan, saya di Infokom sudah menganggap mentri saya pak Izzul  seperti papii saya sendiri, dan Kak Tasyah , sekdep Infokom seperti mama saya di Malang. tahun ini saya memang tidak di EM lagi karena saya merasa harus mengabdi ke fakultas setelah satu tahun saya apatis FISIP. dan saya punya harapan besar kepada EM 20...