Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label politik

PURUK

Sampai saat ini saya hanya bisa meraba-raba. Meraba-raba bahwa sebenarnya saya adalah korban. Saya adalah korban bagi saya dan dua teman saya. Dua teman saya saja dan sisanya tidak. Sisanya tidak karena mereka menganggap saya bukan korban. Bukan korban melainkan tersangka. Tersangka yang menghancurkan strategi. Strategi pemenangan pemilwa. Pemilwa busuk yang terjadi di kampus. Kampus yang penuh prejudice . Prejudice yang mengatakan bahwa saya adalah sebuah penghalang. Sebuah penghalang yang keras. Keras dan batu. Batu yang belum bisa dihancurkan. Belum bisa dihancurkan saat ini. Saat ini mereka mengibarkan bendera perang. Bendera perang melawan saya. Saya yang tahu bahwa saya sangat benci dengan politik. Politik yang membuat saya memiliki banyak musuh. Banyak musuh dan kehilangan teman. Teman yang menganggap saya benci politik karena teman pemilwa tahun lalu. Tahun lalu, tahun keterpurukan. Puruk yang membuat saya takut. Saya takut kehilangan teman. Teman-teman yang saat ini menduku...

Suhu Kampus di November-Desember

10 November 2012 Hari ini memang hari pahlawan, tetapi di bulan ini bukan hanya menjadi bulan perjuangan para pahlawan tetapi juga menjadi bulan perjuangan bagi para aktivis. Kenapa demikian? Karena ternyata bulan Desember adalah bulan Pemilihan, baik pemilihan raya Universitas maupun pemilihan mahasiswa tingkat fakultas. Karena itulah saya menyebutnya dengan bulan perjuangan. Kalau katanya mahasiswa, para aktivis politik kampus sedang  sibuk mempersiapkan strategi pemenangan dan calon, saya justru sibuk mempersiapkan diri untuk segera melarikan diri dari aktivitas itu. Kalau bisa dan kalau saja Allah mengijinkan, rasanya saya pengen menskip bulan November dan desember. Dua bulan inilah bulan-bulan yang paling aaww suppeerrr, #AlaFranky. Entah sejak hari apa tanggal berapa bulan apa, saya menjadi sangat amat sensi sekali dengan yang namanya politik kampus.

EM taun ini mengecewakan saya, SUNGGUH!

Iya, saya dulu sangat bangga dengan EM, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya 2011. Dengan jumawanya saya Kemana-mana memakai jaket EM, di kelas, maen ke matos, jalan-jalan..anywhere... Dulu, sedikit mengenang... saya adalah staff infokom, anggaplah saya staff yang sangat aktif sampai kenal dengan hampir semua mentri. jangankan mentri, Presiden nya saja saya kenal...yah meskipun beliau suka ketuker antara saya sama si Ticer . jadi Pak Abu (panggilan saya ke presiden) sering manggil saya tica dan manggil tica nama saya "nima" bukan hanya karena kedekatan, tapi juga rasa kekeluargaan yang di tawarkan membuat saya merasa harus dan wajib loyal terhadap EM. bahkan, saya di Infokom sudah menganggap mentri saya pak Izzul  seperti papii saya sendiri, dan Kak Tasyah , sekdep Infokom seperti mama saya di Malang. tahun ini saya memang tidak di EM lagi karena saya merasa harus mengabdi ke fakultas setelah satu tahun saya apatis FISIP. dan saya punya harapan besar kepada EM 20...

I HATE POLITICS

Ternyata, hadits itu benar benar terjadi pada saya. Bukan karma. “JANGAN MEMBENCI SESUATU BERLEBIHAN, BOLEH JADI ITULAH YANG AKAN DICINTAI. And vice versa.” Dan saya mengalaminya sendiri. Dulu, waktu pertama kali kenal dengan dia anggaplah namanya Doni (karena saya gak punya teman nama itu). Pertama kali saya kenal dan melihatnya, melihat dari penampilannya dia seperi angkatan tua makanya saya memanggilnya mas. Dan ternyata dia seangkatan dengan saya. Entah kenapa dari awal melihatnya saya sudah tidak suka dengannya. Mungkin gayanya yang sok tua dan memberikan pengarahan pengarahan, atau karena sumpah ngeselin banget wajahnya. Saya kurang tau, bahkan saya engggan mengenalnya. Benar benar saya kurang beruntung. Seharusnya saya gak bertemu dengannya karena bukan satu jurusan jadi mustahil ketemu, tapi ternyata Allah berkata lain. Kami bertemu di salah satu agenda di Fakultas. Dan you know, saya sangat kaget ketika tau, dialah yang akan jadi rekan kerja saya. Singkat cerita, ban...