Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita pendek

22 Mei, Hari ke 29 Ramadhan

Maghrib tadi, disujud terakhir aku menangis. Mensyukuri rizki dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Saking bahagianya sampai menumpahkan tangis setelah selesai shalat. Triggered oleh hadiah dan kiriman padaku dari orang-orang yang tak terduga. I feel blessed, punya keluarga yang baik, teman-teman yang perhatian, sahabat dan teman dekat yang selalu hadir, rejeki yang lancar, dan masih bisa merasakan ramadhan hingga hari ke 29. Memang, 5 tahun terakhir aku bisa menikmati hidupku, menjalani dengan sebaik-baiknya. Ramadhan tahun ini menghadirkan banyak hal yang berbeda, tahun ini memberikan aku banyak pelajaran. Doaku, semoga aku bertemu Ramadhan tahun berikutnya dengan ibadah dan amalan yang lebih baik lagi. 9:49 PM

After Effect

Aku sudah terbiasa terlihat kuat Tangguh dan berani menghadapi apapun Menjadi hebat dan harus selalu siap Punya visi dan berambisi Sayangnya, aku sering Ketakutan Tentusaja aku menghadapinya dengan kuat Tangisannya yang kuat ehehe Iya. Sering terjadi setelah aku berusaha menghadapinya. Dibanjiri dengan pikiran ini itu yang memunculkan ketakutan lainnya. Sungguh lemah menghadapi mereka. Saat ini yang aku punya hanya Dia, Sang Maha Kuasa. Family things

Ketakutan

Tak bisa kuhitung berapa kali aku ragu untuk telpon, sekedar tanya kabar dan basa-basi. Membuat catatan-catatan kecil, memikirikan apa yang akan kubahas. Menulis beberapa poin pengalihan isu, jika nanti ada pertanyaan yang belum kusiapkan jawabannya. Padahal, aku selalu tau jawaban terbaik yang bisa kuberikan. Diam. Setiap ada satu kalimat yang kusampaikan, akan ada balasan kalimat-kalimat penyanggah lain. Lalu aku marah dan mengeluarkan kalimat-kalimat sanggahan lainnya, lalu lagi-lagi aku dibalas dengan kalimat sanggahan berkali lipat. Aku selalu tau jawaban terbaik yang bisa kuberikan. Diam. Tapi aku tetap mencatat dan memikirkan apa yang harus aku sampaikan. Meskipun aku tau aku tidak pernah didengarkan. Family things. 03052020 lt.3 kost

Permainan

Sebenernya aku mendengar, tapi aku pura-pura. Hingga aku dipanggil dan oranglain mengulangi ucapanmu. Memastikan, benar kamu yang mengatakan. Aku menatapmu sambil tertawa. Seperti biasa. Sungguh, aku tak bisa berkata-kata. Aku hanya bisa pura-pura dan berpaling. Sejak tau bahwa kamu mulai berani bermain. Permainan yang tak bisa kuhindari. Yang harus aku hadapi. Tanpa tau siapa yang akan menang. Jika keduanya, semoga bahagia. Pojok Lt.2 Kantor, 14/03/19

Bintang, Bunuh Aku!

28 November 2013. Saya kesepian. Banyak kegiatan, tapi tak sebanyak yang dulu saya lakukan. Jam 16.16 saat saya duduk dikamar didepan laptop sambil minum kopi seperti ini seharusnya saya di suatu tempat ngobrol dan bercanda dengan teman-teman. Ini terjadi tak hanya sekali duakali, berkali-kali dalam semester 7 ini. 6 semester lalu saya melewatinya selalu demikian. Bahkan, sering kali saya baru pulang tengah malam atau dini hari. Bukan buat clubbing, nongkrong, atau sejenisnya, selalu saja ada hal penting yang harus diselesaikan dikampus bareng temen-temen. Kalopun ngopi diluar, bagi saya obrolan kami selalu bermanfaat untuk event yang saya garap waktu itu.