Senin, 22 Agustus 2011

sebuah catatan dr Kamar Teman


4 Lilin Menyala

1.      Aku adalah perubahan
Namun manusia tidak mampu berubah, maka lebih baik aku mematikan diriku saja. Demikian sedikit demi sedikit sang lilin padam.
2.      Aku adalah Iman
Namun sayang, aku tidak berguna lagi, manusia tdk mau mengenalku, untuk itulah aku tak ada gunanya menyala begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih lilin ketiga berbicara,
3.      Aku adalah cinta
Tak mampi lagi aku untuk m=tetap menyala. Manusia tak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan. membenci mereka yang mencintainyadan membenci keluarganya. Tanpa menunggu waktu lama, matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga seorang anak masuk kedalam ruangan itu dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut gelap anak itu berkata, “Eh apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan.” Lalu ia menangis tersedu-sedu.
Dengan terharu lilin keempat berkata

4.      Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan tetap menyala, kita tetap dapat menyalakan ketiga lilin lainnya. Akulah lilin HARAPAN.

So, what do we get from that story?
Sebenarnya mungkin emang biasa aja cerita renungan itu. Tapi bagiku, kata terakhir yang aku gedein semua itu, membuatku paham akan arti sebuah Mimpi. Entahlah, saya hanya terlalu suka menuliskan apa yang ingin saya capai. Siapa tau, Allah member jalan untuk merealisasikannya. Jadi. Jangan berhenti berharap!

2 komentar:

  1. cerita renungan yang kereeeeen..
    ya, dengan harapan yang tetap hidup semua akan terasa bisa digapai :)

    BalasHapus
  2. :) iya mbak irma....dan teman saya sudah meninggalkan kamarnya....

    BalasHapus

Silakan berkomentar disini :)