Rabu, 25 April 2012

I HATE POLITICS


Ternyata, hadits itu benar benar terjadi pada saya. Bukan karma.
“JANGAN MEMBENCI SESUATU BERLEBIHAN, BOLEH JADI ITULAH YANG AKAN DICINTAI. And vice versa.”
Dan saya mengalaminya sendiri.
Dulu, waktu pertama kali kenal dengan dia anggaplah namanya Doni (karena saya gak punya teman nama itu). Pertama kali saya kenal dan melihatnya, melihat dari penampilannya dia seperi angkatan tua makanya saya memanggilnya mas. Dan ternyata dia seangkatan dengan saya. Entah kenapa dari awal melihatnya saya sudah tidak suka dengannya. Mungkin gayanya yang sok tua dan memberikan pengarahan pengarahan, atau karena sumpah ngeselin banget wajahnya. Saya kurang tau, bahkan saya engggan mengenalnya.
Benar benar saya kurang beruntung. Seharusnya saya gak bertemu dengannya karena bukan satu jurusan jadi mustahil ketemu, tapi ternyata Allah berkata lain. Kami bertemu di salah satu agenda di Fakultas. Dan you know, saya sangat kaget ketika tau, dialah yang akan jadi rekan kerja saya. Singkat cerita, banyak anak anak yang bilang kalau dia suka sama saya, yah bukannya geer atau kepedean, tapi karena emang sayanya yang ganteng sih..haha... *plaaakk*
Tapi apapun tingkah nya pada saya, saya tetep gak suka sama dia. Pertama karena saya tau dia punya cewek, dan dia gak mau ngakui kalo cewek itu adalah pacarnya. Kedua dia padahal sudah masang fotonya di dompetnya. Ketiga saya gak suka kelakuannya.
Jujur, kerja dia bagus. Tapi 2 hari sebelum hari H, yang artinya lusa agenda itu bakalan selesai, saya menyadari. Bener bener, hari itu saya menyadari kalau saya suka sama dia. Dia emang pinter dan cekatan. Tapi tetap saja saya gak suka. Terlalu banyak wanita yang dia permainkan. Pokoknya dia itu dari kerjanya bagus. Tapi...tapinya saya ceritakan ntaran aja. Tapi, sekalipun saya suka dengannya, tak ada yang tau kalau saya menyukainya. Dalam hati saya tetep aja ada yang membuat saya enggan mengakuinya. Saya keukeuh kalo saya gak suka sama kelakuannya yang senonoh. Saya gak suka dia.
Hari sabtu minggu kemarin, (21 April) terjawab sudah pertanyaan saya selama ini. Kenapa saya gak suka dengan dia. Bener dia pinter, kerjanya bagus, dan saya takut kerja sama dia karena dia terlalu cepat berpikirnya sedangkan saya masih loading. Bayangkan saja kalo saya sama dia. Yak apa bentuknya.
Terjawab pertanyaan saya kenapa saya benci dengan dia, lelaki itu...
Sebenarnya sangat terlihat sikap aslinya kalau saya mau sedikit kritis padanya sejak awal bertemu. Dia adalah tipe orang yang gila jabatan dan ambisius.
Masalahnya adalah, saya bukan penggemar jabatan, apalagi bermain licik dan memanfaatkan orang orang untuk dapat posisi. Main politik dibalik politik kampus. Sumpah saya benci mereka dan dia. Teman saya, menceritakan segala rupa bagaimana dia melakukan trik dan salah satunya mau memanfaatkan saya untuk dapat jabatan. SETAANNN!!! Beruntunglah, Allah selalu menyelamatkan saya dari dia. Jadi karena ini lah saya selalu menolak permintaannya. Pliss saya bukan orang yang gila jabatan. Kalaupun saya menginginkan jabatan, saya gak akan meminta. Tapi saya akan berusaha terlihat pantas mendapatkannya. Masalahnya selama saya menjabat, belum ada 1 jabatanpun yang saya minta. Saya teringat dengan sahabat saya Rachma, dia bilang “Janganlah kamu meminta jabatan,” katanya, “Allah tidak akan menyukai itu,”
Lebih baik saya menjadi penulis. Toh kalaupun saya tidak ada agenda di kampus saya bisa menyibukkan diri dikamar seperti biasa. Online =,=”
Paling tidak, saya gak sepicik DIA saat memanfaatkan keadaan orang.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar disini :)