Langsung ke konten utama

foto temen


inget gak, aku pernah posting tentang temenku yang nikah tanggal 5 september kemarin?

satu-satunya hal yang membuat jantungku tiba-tiba hampir --untung saja masih hampir-- di tengah malam itu. tiba-tiba koneksi modemku saat itu jadi lebih cepat dari biasanya. siapa yang gak seneng coba? tapi ketika ada notification di FB, seseorang posting di salah satu groupku, dengan antusias aku buka postingan itu.
Astagfirullah, gak taunya dia sendiri yang mengundang kami yang dianggapnya sebagai sodara di pernikahannya tanggal 5 september itu.

deg deg .... piiiipppp

disitulah jantungku sempat berhenti dan kembali berdetak kencang lagi setelah beberapa detik.
lalu dua atau tiga atau empat atu bahkan 5 tetes airmata malah merembes rembes. Ya Allah, derita apa yang kurasakan malam-malam begini. sungguh, aku kaget bukan main pas liat postingan itu.
<a href=http://myspace.laymark.com><img src=http://www.laymark.com/i/o/21.gif alt=MySpace Emoticons border=0></a>

lalu anak-anak komen disana, chatting di group dan merencanakan keberangkatan mereka ke Jepara, ke rumah Ferdy. Aku benar-benar pengen ikut, apapun yang terjadi, aku pengen ngajak anak2 yang lain ikut juga.
Dan al hasil, tanggal 4 mereka berangkat ke Jepara tanpa aku karena aku dilarang ibuku pergi jauh-jauh.
Sekarang, aku hanya bisa melihat foto-foto yang mereka upload di group ini. Aku menikmatinya dengan senyuman iri >,< *siapa coba yang ak iri kalo liat begituan???*
serasa mau mati aja
<a href=http://myspace.laymark.com><img src=http://www.laymark.com/i/o/45.gif alt=MySpace Emoticons border=0></a>










jadi...temen-temen bisa membayangkan sendiri kira-kira perasaanku kayak apa sekarang....hahhahahhh yang jelas gak se sekarat dulu..


dan sekarang waktunya say good bye :)
<a href=http://myspace.laymark.com><img src=http://www.laymark.com/i/o/60.gif alt=MySpace Emoticons border=0></a>

Komentar

Posting Komentar

Silakan berkomentar disini :)

Postingan populer dari blog ini

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

PURUK

Sampai saat ini saya hanya bisa meraba-raba. Meraba-raba bahwa sebenarnya saya adalah korban. Saya adalah korban bagi saya dan dua teman saya. Dua teman saya saja dan sisanya tidak. Sisanya tidak karena mereka menganggap saya bukan korban. Bukan korban melainkan tersangka. Tersangka yang menghancurkan strategi. Strategi pemenangan pemilwa. Pemilwa busuk yang terjadi di kampus. Kampus yang penuh prejudice . Prejudice yang mengatakan bahwa saya adalah sebuah penghalang. Sebuah penghalang yang keras. Keras dan batu. Batu yang belum bisa dihancurkan. Belum bisa dihancurkan saat ini. Saat ini mereka mengibarkan bendera perang. Bendera perang melawan saya. Saya yang tahu bahwa saya sangat benci dengan politik. Politik yang membuat saya memiliki banyak musuh. Banyak musuh dan kehilangan teman. Teman yang menganggap saya benci politik karena teman pemilwa tahun lalu. Tahun lalu, tahun keterpurukan. Puruk yang membuat saya takut. Saya takut kehilangan teman. Teman-teman yang saat ini menduku...