Selasa, 27 September 2011

Cemara Ufuk Laut


Berapa jauh langkah yang kau tempuh, aku akan mengikutimu. Satu titik noda pun tak ada keraguan dalam hatiku, bahwa kita berdua kau dan aku adalah pasangan yang tak kan pernah terpecahkan dan tak ka nada yang mampu menghalangi kita berdua. Kau dan aku adalah dua pasangan yang tak kan pernah berhenti menjadi sejarah untuk anak cucu kita hingga riwayat keluarga kita habis dalam 7 turunan.
Karin menutup diarynya dan melemparkannya ke depan Johan sambil menahan isak tangisnya. Ia sedikit berpaling dari posisi berdirinya yang menghadap lelaki muda didepannya itu.
“Sungguh, awalnya aku benar-benar memperjuangkan kata-kata dalam buku ini. Semoga saja kau masih ingat kalimat-kalimat emas pernikahan kita dulu. Hiks…” Ia menyeka airmatanya yang tak kunjung berhenti.
Sang lelaki didepannya hanya diam menatap diarynya.
“Kau pengkhianat! Kau pengecut! Bedebah!!! Kau menghancurkan semua mimpi yang sudah kita bangun 17 tahun lamanya! Sekarang hanya jadi sampah! Pengkhianat!”
“Bisakah kau tak mencaciku lagi sebagai pengkhianat? Apa kau belum puas aku diam dari tadi melawanmu?”
“Memang itu yang seharusnya kau lakukan! Karena kau memang penghianat dan pengecut. Dan kau pantas menerimanya. Kau bahkan tak memikirkan anakmu! Lelaki macam apa kau ini?”
Can you stop it, beb?”
Don’t call me Beb anymore! You betray me!
“Karin, I love you! I don’t mind to do that! To betray you.”
“But you do love her too, am I right?”Karin masih menghapus sisa isak tangisnya. “Kau selingkuh! Kau meniduri sahabatku! Aku tidak terima itu. Kau menyakiti kami berkali-kali. Aku bosan Jo, aku bosan. Let we go for a long time!
“No no no… kamu gak boleh bawa pergi Angel. I won’t let you go!
Karin menatapnya tajam, “Dia anakku!”
---
Di sinilah ikatan dan janji janji tak berdosa itu diucapkan. Di ujung ombak yang tak bertuan ini. Tapi sesorang menghianatinya. Menghianati segalanya Karirku, sahabatku, anakku dak perlu ragu lagi, akan kuakhiri hidupku pula. Laut akan menjadi saksinya, Cemara akan menepati janjinya untuk terus meneduhiku disini hingga akarnya yang terakhir, Ufuk akan selalu menyinariku untuk menerangi jalanku. Tuhan, aku akan kembali kepelukanmu.
Karin meloncatkan kakinya ke angin dan hilanglah semua hidupnya.
“Tapi aku takkan pernah hilang dari mu Mom, Aku akan terus hidup untukmu utuk keluarga kita.”
………….
selesai

6 komentar:

  1. sedih juga, gaenak emang sie namanya diselingkuhin... hiks...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Maaf ni mba' sebelumnya, tulisannya agak pusing saya bacanya mba', mngkn karna ga pas sm backgroundnya kali ya!,
    Tapi selebihnya bagus mba', :)

    Salam persahabatan!, Salam bloofer!,

    Main ke gubukku mba' http://yudhimovic.blogspot.com
    Jangan lupa jejaknya :D

    BalasHapus
  4. Bayu Pecek : iyya... itu crita dadakan...hahah

    Yudhie :
    iyya ya :D tapi backgroundnya lucu mas hehe

    Makasiii, salam sahabat mas...okke segera ke TKP :)

    BalasHapus
  5. sedihnyaaa... aku trauma sama keluarga yang broken home.. kasian kan kita yang jadi anak ga tau apa-apa.. :(

    salam bloof kak ^^

    BalasHapus
  6. @ Alkhansa : iiyyya :'( aku liat temenku juga kasian. katanya, mending gak punya uang tapi punya keluarga yang utuh...

    BalasHapus

Silakan berkomentar disini :)