Langsung ke konten utama

PKK MABA 2012





















Memories of PKK MABA FISIP UB 2012

Komentar

  1. Waduh,,,siapa tuh yang mau jadi korban,kok rela ya ditutupi koran :)

    BalasHapus
  2. eh, panitia yah?

    pasal satu, panitia tidak pernah salah...

    BalasHapus
  3. Sepertinya kenangan banget nih, Mbak? :)

    BalasHapus
  4. Jadi inget dulu ikut UKM Birama kayak jadi pers gitu, haha..

    BalasHapus
  5. kumpulan ibu-ibu pkk ya? jadi kenangan ya mbak..hehehe

    BalasHapus
  6. sepertinya sedang bersenang2 ya
    salam

    BalasHapus
  7. Infosaja.com:
    Itu Kapel kaak >.< dia beneran tidur semaleman di kampuss

    BalasHapus
  8. Novi ranhatan: Pasal dua, bila panitia salah, kembali ke pasal satu =.="
    Itu menyesatkaaannn

    BalasHapus
  9. rudy Arra : Heemh...udah lama gak kumpul lagi soalnya...

    Feby : :D

    Nakusa : ibu PKK katanya =.="


    Kopi : Salam juga...

    BalasHapus
  10. almed warna'a sama sama kampusku,hehe
    MABA, aku juga MAKA tp umur'a bukan MABA

    BalasHapus
  11. Andy : Maba > mahasiswa basi

    xi-game: Iyaaa T_T

    BalasHapus
  12. wah, sibuk ngurusin mahasiswa baru ye..

    BalasHapus
  13. Diriku cuma bisa hmmmmMMmmm aja lihat poto2nya :p

    BalasHapus
  14. Masa kuliah adalah masa yang menyenangkan. Jika saya melihat anak mahasiswa/mahasiswi di kampus uh uh rasanya ingin kembali kuliah lagi hiheiheiheiee.

    Izin Follow ya. Salam dari Blogger Pontianak. Kalimantan Barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti harus saya manfaatkan waktu setahun kedepan (」゜ロ゜)」
      salam baliiik

      Hapus
  15. pasal satu pasal duanya udh membumi itu
    gak bakalan bisa berganti lagi kn

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar disini :)

Postingan populer dari blog ini

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

PURUK

Sampai saat ini saya hanya bisa meraba-raba. Meraba-raba bahwa sebenarnya saya adalah korban. Saya adalah korban bagi saya dan dua teman saya. Dua teman saya saja dan sisanya tidak. Sisanya tidak karena mereka menganggap saya bukan korban. Bukan korban melainkan tersangka. Tersangka yang menghancurkan strategi. Strategi pemenangan pemilwa. Pemilwa busuk yang terjadi di kampus. Kampus yang penuh prejudice . Prejudice yang mengatakan bahwa saya adalah sebuah penghalang. Sebuah penghalang yang keras. Keras dan batu. Batu yang belum bisa dihancurkan. Belum bisa dihancurkan saat ini. Saat ini mereka mengibarkan bendera perang. Bendera perang melawan saya. Saya yang tahu bahwa saya sangat benci dengan politik. Politik yang membuat saya memiliki banyak musuh. Banyak musuh dan kehilangan teman. Teman yang menganggap saya benci politik karena teman pemilwa tahun lalu. Tahun lalu, tahun keterpurukan. Puruk yang membuat saya takut. Saya takut kehilangan teman. Teman-teman yang saat ini menduku...