Sabtu, 12 Mei 2012

Take my soul!

Akhir akhir ini saya selalu melankolis. apa-apa saya pikirkan bukan dengan otak tapi sedikit-sedikit berkilah karena perasaan yang mengatakan demikian. lalu jurus jitu saya keluar, "perasaan saya selalu benar": dan tak ada yang membantah kalau sudah demikian adanya. lalu muncullah sifat keras kepala saya yang gak bakalan bisa di intervensi siapapun kalau sudah ngeyel begitu.
anehnya, saya sendiri tidak percaya dengan diri saya. mau saya benar 100 persen dan ngotot pendapat saya yang paling benar, kebenaran yang bisa saya rasakan hanyalah seperempat dari total semua energi saya.

saat saya ingin mengambil keputusan terbaik, ternyata langkah saya bukanlah untuk keputusan terbaik. saya seolah olah kehilangan jiwa dan raga saya, terpisah dari otak dan hati. tak mampu merangkul keempatnya untuk menjadi komponen utuh layaknya sebuah mesin yang berjalan semestinya.
buktinya, malam ini seolah-olah saya hanyalah raga yang bersandar tanpa nyawa di kamar,



menanti sesuatu yang kadang hanyalah mimpi yang entah benar benar bisa aku gapai atau memang hanya akan menjadi mimpi saja di kamarku...




bisa jadi, mimpi mimpi yang sudah saya tempel dikamar itu nantinya hanya akan menjadi sampah belaka...saya lepas dari dinding, saya remas dan saya lempar ke tongsampah...




sudah saya bilang, pikiran saya akhir-akhir ini melankolis....biarlah...mau melankolis, koleris, plegmatis, yang penting bukan sanguin...karena bagi saya, apapun yang terjadi nanti, besok dan kedepannya hanya Allah yang tau...
masalahnya, kalau saya terus-terusan begini tanpa adanya semangat juang seperti jaman-jaman kemarin rasa-rasanya hidup itu mentah...enak?  enggak. gak enak tapi tetep harus dimakan juga....
seandainya ada kantin kebahagiaan, ah...bukan, kantin semangat atau kantin kehidupan...saya akan membelinya dan menyetoknya hingga waktu yang tak terbatas meskipun umur saya akan terbatas...
Lalu, saya ingat tulisan teman saya, ada dua hal yang membuat kita menulis bagus pertama ketika sedang jatuh cinta, kedua ketika patah hati (dari Raudha) sayang, gak cuma tulisan, semangat pun ikut memudar ketika tidak sedang jatuh cinta...
Hidup tanpa semangat seperti kehilangan separuh jiwa..sungguh!


Usahlah berpikir jauh, mau apa saya sekarang pagi ini tanpa semangat?
NOTHING!
and I was NOTHING without my spirits!

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar disini :)