Senin, 16 Januari 2017

Dear My (Future) Husband

Dear My (Future) Husband,

Kalau ditanya tentang apa yang paling membuatku penasaran di dunia ini, jawabannya adalah kamu.

Aku penasaran bagaimana wajahmu, setebal apa alismu, seteduh apa tatapanmu, sehangat apa genggamanmu, senyaman apa dekapanmu, selembut apa kecupanmu, dan bagaimana rasanya bersandar di bahumu. Aku penasaran sebanyak apa kesabaran yang kamu punya untuk menghadapiku.

Aku penasaran apa yang kurasakan ketika suatu hari nanti melihatmu menjabat tangan ayah untuk mengucapkan ijab kabul atas namaku, ketika suatu hari nanti aku berbagi ranjang denganmu, ketika suatu hari nanti aku mengandung dan melahirkan buah hatimu. Aku penasaran apa yang kurasakan ketika suatu hari nanti identitasku secara personal luntur, terganti dengan identitas baru, sebagai istri serta ibu dari putra-putrimu.

Selain itu, aku penasaran apa pekerjaanmu. Apa kamu bekerja di tempat yang sangat jauh hingga aku harus menahan rindu karena kita terpisah oleh jarak untuk sementara waktu. Atau mungkin pekerjaanmu akan menuntut konsentrasi penuh hingga adakalanya aku dan anak-anak merasa diacuhkan atau tidak dipedulikan. Atau mungkin juga kamu akan bekerja dari pagi sampai sore dan tidak jarang lembur sampai malam hingga tidak banyak waktumu yang tersisa untuk keluarga.

Lalu aku penasaran apa aku bisa meredakan amarahmu. Apa aku bisa membuat makanan yang lezat untukmu. Apa aku bisa menjadi pendengar yang baik untukmu. Apa aku bisa sabar dan kuat untuk selalu mendampingimu tanpa pernah merasa jenuh. Apa aku bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecilku.

Aku juga penasaran seperti apa wajah anak-anak kita. Setampan apa jagoanmu. Semanis apa putri kecilku. Oh iya, kira-kira ada berapa ya jumlah mereka? Apa nanti rumah kita akan diwarnai oleh tawa dari tiga anak laki-laki yang sedang menjahili adik bungsu perempuannya? Aku sunggguh penasaran dengan semua itu.

Membaca ulang tulisan di atas sepertinya rasa penasaranku terlalu jauh. Harusnya aku mendahulukan rasa penasaran yang terdekat.

Aku penasaran siapa namamu. Kamu yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi imamku.

Love,
Your (Future) Wife


Notes:
Tulisan favorit saya dari dulu sampai hari ini yang ditulis oleh Raudha -teman sekelas saat kuliah- (http://raudhasalsabila.blogspot.co.id/2014/02/day-23-dear-my-future-husband_23.html)

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar disini :)