Langsung ke konten utama

Hobi belakangan ini,

Selain sedang kegandrungan dengan "green everything" ternyata Coldplay mampu menghipnotis saya dengan Magic nya.

Begini, sebulan terakhir saya selalu didepan laptop dengan revisian-revisian baru. Semenjak penelitian di Jogja, Coldplay selalu menemani perjalanan pulang pergi di kereta. Hasilnya, sampai detik ini, playlist isinya cuma dua lagu Coldplay. Tak membuat bosan apalagi ngantuk.



Kalau mulai bosan, maka blog akan terisi postingan baru yang gak penting. Kayak gini ini.

Letme show the lyric
Call it magic
Call it true
Call it magic
When I'm with you
And I just got broken
Broken into two
Still I call it magic
When I'm next to you

And I don't, and I don't and I don't, and I don't
No, I don't,
It's true
I don't, no, I don't, no, I don't, no, I don't want anybody else but you
I don't, no, I don't, no, I don't, no, I don't
No, I don't,
It's true
I don't, no, I don't, no, I don't, no, I don't want anybody else but you

Ooooh ooh ooh

Call it magic
Cut me into two
And with all your magic
I disappear from view
And I can't get over
Can't get over you
Still I call it magic
You're such a precious jewel

And I don't, and I don't and I don't, and I don't
No, I don't,
It's true
I don't, no, I don't, no, I don't, no, I don't want anybody else but you
I don't, no, I don't, no, I don't, no, I don't
No, I don't,
It's true
I don't, no, I don't, no, I don't, no, I don't want anybody else but you

Wanna fall
I fall so far
I wanna fall
I fall so hard
And I call it magic
And I call it true
I call it magic

Ooooh ooh ooh
Ooooh ooh ooh
Ooooh ooh ooh
Ooooh ooh ooh

And if you were to ask me
After all that we've been through
Still believe in magic
Oh yes I do
Oh yes I do
Yes I do
Oh yes I do
Of course I do

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

PURUK

Sampai saat ini saya hanya bisa meraba-raba. Meraba-raba bahwa sebenarnya saya adalah korban. Saya adalah korban bagi saya dan dua teman saya. Dua teman saya saja dan sisanya tidak. Sisanya tidak karena mereka menganggap saya bukan korban. Bukan korban melainkan tersangka. Tersangka yang menghancurkan strategi. Strategi pemenangan pemilwa. Pemilwa busuk yang terjadi di kampus. Kampus yang penuh prejudice . Prejudice yang mengatakan bahwa saya adalah sebuah penghalang. Sebuah penghalang yang keras. Keras dan batu. Batu yang belum bisa dihancurkan. Belum bisa dihancurkan saat ini. Saat ini mereka mengibarkan bendera perang. Bendera perang melawan saya. Saya yang tahu bahwa saya sangat benci dengan politik. Politik yang membuat saya memiliki banyak musuh. Banyak musuh dan kehilangan teman. Teman yang menganggap saya benci politik karena teman pemilwa tahun lalu. Tahun lalu, tahun keterpurukan. Puruk yang membuat saya takut. Saya takut kehilangan teman. Teman-teman yang saat ini menduku...