Langsung ke konten utama

Tulisan ini untukmu! Ya, kamu!


  
The future’s calling me through that door
It doesn’t seem very peaceful
Can your life change
While you’re still young?
I want to fall in love
But I get scared
I have a huge pile of problems to deal with
I’ll find an answer with this feeling
I can’t throw away
all my love
It’s not a dre-e-e-e-eam
I can almost reach it, GLORIA
Sometimes I can’t see it
Cry-yai-yai-yai-yai
It’s no use looking for shortcuts
I’ll just get lost again, right?
I hear the loud voices of winners
Talking about their recent episodes
It feels like none of it concerns me
The way I am now
I’m thinking to myself
In my little room
Dreaming of the future…
I’ll try asking but I’ve got a bad feeling
I can’t picture
all my love






Kalau merasa ada yang pernah denger, itu bukanlah asli tulisan saya. Tulisan itu saya ambil dari translate lagunya YUI-GLORIA.
Entah kenapa saya tiba-tiba kembali mellow setelah sekian lama gak muncul. Kemarin sore saya mengetahui satu kenyataan yang masih membuat saya bingung harus berbahagia atau bersedih. Sore itu saya sedang buka puasa bersama ala santri *ini pertama kalinya selama bulan Ramadhan ini* kemudian ada pop up FB di HP saya mengajak untuk menyukai halaman *piiiip* (sensored by author). Disana muncullah satu nama yang sudah sangat lama tidak pernah muncul di notification FB maupun mention Twitter. Ah, boro-boro mention, dia saja jarang muncul di TL. Sekalinya muncul di TL masak isinya:

2 people followed you by bla bla bla

Argh, Wajar kan kalau kaget?
Lalu, saya buka lah pop up itu, KLIK. Dan apa yang terjadi? Bukannya halaman yang mau saya like karena saya memang tertarik, tapi justru profile nya yang kebuka =.=”
Tau bahwa itu profilnya, Ya udah kan, saya jadinya kepo. Buka sana sini klik atas bawah. Tepat ketika saya buka profilenya, wallahualam sadar ato gak sadar saya senyum-senyum sendiri. Ada dua hal yang saya bingungkan disini.
Pertama, entah apakah karena saya melihat profile nya yang otomatis banyak fotonya, mwahahaha, atau kedua karena dia sudah ke negara yang sangat ingin saya kunjungi dan banyak sekali foto-foto tempat itu.
Selesai kepo, saya tutuplah itu. Sayangnya, setelah saya tutup senyum saya tak berubah sedikitpun. Saya justru membayangkan hal-hal yang tidak diharapkan seperti *piiip* *piiiip* dan *piiiip* padahal aslinya Cuma ngebayangin masa lalu #eaa. Setelah buka puasa, karena nganggur antri kamar mandi (kan santri banget :3) buka notif yang itu lagi dan kejadian tadi terulang lagi tapi agak sedikit beda. Kali ini saya menahan senyum.

Kalau di Film More Than Blue,
Ia bilang, Ia seperti melihat bintang ketika melihat Cream” (Cream itu nama cewek)

Kalau di Film Pride and Prejudice (Film Favorit nih),
Bila perasaanmu tetap benci padaku, katakana sejujurnya. Rasa sayangku padamu takkan berubah. Tapi 1 kata darimu akan membungkamku selamanya. Bila perasaanmu sudah berubah harus kukatakan, kau telah menguasai diriku sepenuhnya and I love, I love, I love you. Aku tak ingin berpisah denganmu sejak hari ini.” Mr. Darcy

Atau di film Corpse Bride dimana Victor menikahi seorang arwah pengantin,
With this hand I’ll lift your sorrows. Your cup will never empty, for I will be your wine.” Victor.

Sayangnya, dari sekian film yang saya tonton, bagaimanapun bentuk rasa cinta itu terlihat. Satu hal yang selama ini belum bisa hilang dari saya adalah ketidakberanian untuk menyukai seseorang lagi. Dan akhir dari semua kebahagiaan di Film film itu hanyalah lagu YUI-GLORIA.

Meskipun saya tak pernah berani mengambil resiko untuk menyukaimu, apalagi mengatakan padamu, paling tidak kamu tau kalau aku berharap bisa mencintaimu dengan sederhana


“Jika kau membutuhkan kata, lalu bagaimana kau dapat membisukan cinta?” Kang


Komentar

Posting Komentar

Silakan berkomentar disini :)

Postingan populer dari blog ini

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

Catatan Melahirkan

  Anindita Nadine Hafa. Dihadapkan pada situasi harus memilih melahirkan dengan metode SC atau induksi karena berat badan bayi di USG 3,2 di minggu 39. Prediksi di minggu 40 adalah 3,5. Sungguh besar untuk anak pertama. Sedangkan aku ingin melahirkan dengan normal. Selama ini berusaha agar bisa melahirkan dengan normal karena khawatir tidak bisa menjaga anak dengan kondisi pasca SC, mengingat aku harus merawat anak sendiri tanpa bantuan orang tua maupun baby sitter (belum punya). Namun, sejak masuk usia kandungan 9 bulan gak bisa jalan karena kaki kiri sakit. Tidak bisa jalan selama satu bulan, untung diijinkan WFH. Karena ada kondisi tersebut, kakak-kakak ipar merekomendasikan SC. Selama beberapa hari kepikiran, hari Senin berencana induksi jika tidak terjadi kontraksi. Sabtu malam, sembari nunggu Bayu pulang praktek di rumah mama mertua, kakak ipar merekomendasikan SC Eracs ala artis yg katanya painless dan cepat pulih. Sampai kakak ipar cek ke dokter di RS Siloam apakah bisa pro...

Apakah rasanya akan tetap sama?

 Setelah apa yang aku lalui beberapa bulan belakangan, aku benar-benar sudah memaafakan. Apakah perasaanku tetap sama? Sampai detik ini, aku baru menyadari bahwa perasaanku tidak sama. Aku masih tidak bisa memasrahkan kembali semua hidupku ditangannya.  Aku baru menyadari tadi pagi saat perjalanan naik ojek ke kantor, 25 Agustus 2025. Lagi-lagi aku teringat bahwa yang aku punya hanya Allah dan anakku. Aku ingin kembali seperti sedia kala, tapi ternyata aku masih takut. Aku takut runtuh, tapi aku juga khawatir. Pasrah pada Allah, aku percaya apapun dan bagaimanapun jalan yang Ia tentukan adalah yang terbaik.