Senin, 11 Maret 2013

PENGAKUAN


Ada satu hal yang membuat saya kepikiran beberapa hari belakangan. Permasalahannya adalah, ini Cuma satu hal, tapi bisa membuat saya kepikiran beberapa hari. Sudah saya lupakan, tapi tetap gak lama kemudian keingat lagi.
Biar saya gak dihantui selama berhari-hari dan hari-hari kedepan, ada baiknya membahasnya di sini. Kali aja bisa ilang.
Beberapa hari yang lalu ada mention dari teman dekat saya di Malang, inilah ujung dari semua “kepikiran” saya,


(@hyandsomeanima)
Melting mesti habis baca itu :D



Intinya adalah, saya ingin membuat sebuah pengakuan pada teman saya ini tentang beberapa hal yang terjadi di belakangan ini. Kenapa saya gak langsung ngomong tapi malah nulis disini? Harapannya, kalau saya nulis di blog, pertama, saya bisa mikir dulu menjelaskan apa yang mau di omongkan *hobi lupa sih*. kedua, biar gak ada salah paham, kalo ngomong langsung, dia persepsinya apa dan aku niatnya ngomong apa, udah sering terjadi sih, tapi ya itu, ini sebagai langkah antisipasi aja. Soalnya, dia lemot dan aku juga lelet urusan nyamain persepsi. Ketiga, Ngisi postingan di blog biar banyaak hahahaha *plaak. Intinya, biar jelas las pengakuan saya ini.
Beberapa hari yang lalu juga, ada seorang presiden yang mendatangi saya dan teman saya ini. dia meminta salah satu diantara kami untuk menjadi dirjen Lingkungan Hidup nya. Daan, harus melewati segala macam tes. Kenapa kami yang diminta, karena kami berdua aktif di komunitas lingkungan hidup Malang Youth Greeneration (MyG).
Saat itu, saya gak mau daftar. Kenapa? Pertama, saya tau kalau saya hanyalah option,  rasionalisasinya, ya, saya kan baru saja diangkat jadi ketum MyG, mana mungkin saya punya dua posisi yang sama-sama penting? Saya sendiri gak yakin kalau saya bisa meluangkan waktu buat ngeblog kalo ada disana T_T sedih banget pokonya kalo gak ngurus blog. Kedua, gak ada passion blas buat ikut organisasi kampus lagi. Pengen fokus di lingkungan aja. Titik tanpa koma. Semua tawaran juga saya tolak kok, jadi wajarkan kalo yang ini saya juga ga punya niat? Sama ketika ditawari untuk jadi kodiv di himpunan dan dia menolak karena ga ada passion, saya juga gak maksa dan nanyain mulu, ya seperti itu, saya ga ada passion. Ketiga, dengan berhentinya saya di semua organisasi kampus, ada sebuah resolusi saya di tahun 2012 yg belum terealisasikan, “PRODUKTIF” saya ingin kembali menjadi nima sang penulis. Storyline numpuk di rak, tapi tak terjamah, sedih gak sih? Itupun, akhir semester biasanya masuk kardus dan setahun kemudian berujung di loakan kertas. Hilang sudahlah ide ide saya huaaa. Keempat, Masih ada niat saya untuk keliling Indonesia dan Asia Tenggara meskipun teman saya ini nanya waktu saya bilang “Karimunjawa sudah menanti,” begini pertanyaannya, “Emang punya uang?” Mak jleeeb jleeeb banget gak sih T_T tapi saya tau, uang bukanlah segalanya untuk menuju kesana. Masak Mahasiswa komunikasi gak bisa keliling Indonesia tanpa uang? *toss* Kelima, saya teringat kata kakak angkatan saya yang sangat saya hargai sampai saat ini, “Kalian ga bakalan selamanya berdua juga kan?” (emang kita lesbian apaa -____-, yaah, meskipun udah banyak yg curiga #eeh) Iya, sudah semester 6 dan satu tahun lagi saya berencana untuk lulus dari fisip dan belajar bahasa inggris untuk ngejar beasiswa sutradara yang sudah menunggu saya. Sudah saatnya untuk belajar kemana-mana sendiri, saya punya jalan sendiri, dan saya tau dia juga punya jalan sendiri. Buat apa berdua kalau saya sendiri malah mengalami kemunduran. Dan terakhir, Saya ingin menata ulang hidup saya. Mengembalikan kehidupan lama saya yang sangat menyenangkan dan tidak monoton. Karena tak akan ada cerita dibalik layar kaca, tapi selalu ada cerita di jalan yang sama. de javu, memoar, sahabat, semua ada di waktu SMA (pengen tau bedanya? tunggu postingan selanjutnya deh).
Lantas? saya daftar juga ujung-ujungnya. Setelah saya meyakinkannya saya males ternyata gagal dan dia malah bilang seolah-olah saya dan kak Tasyah tidak memberinya pilihan untuk menolak, selain itu dia tak punya teman disana. Dan gara-gara dia ngomong seperti itu, saya merasa berdosa. Itulah kenapa saya daftar.
Setelah melewati segala macam proses yang mengharuskan saya mengorbankan waktu konsultasi dengan dosen sibuk yang akhirnya seninnya berangkat ke Luar Negeri dan saya gak jadi konsultasi selama sebulan terakhir T_T. Demi “menemaninya daftar”.
Jelas kan siapa yang bakalan jadi dirjen? Dia. Iya, dia yang jadi dirjen. Belakangan saya bersyukur luar biasa karena saya gak diberi tanggung jawab lain. Tapi, entah bagaimana caranya, saya selalu tidak keberatan menemaninya kemana-mana. Dan saya ingin berusaha mengerti kalau gak ada teman yang dikenal itu memang gak enak.
Setelah jadi dirjen, lagi-lagi dia bilang ingin saya ada di organisasi itu, ya jelas tak tolak. Alasannya Cuma satu, dia gak punya teman disana. Dan malamnya, muncullah mention (gambar di atas) itu di twitter saya. Apapun itu, saya membaca dan merasa saya lah yang salah karena tak mau menemaninya dan dia gak bisa sendirian.
Sedikit marah malam itu, alasannya, pertama, apakah saya yang harus selalu mengerti? Bahwa dia gak punya teman disini atau disana, padahal kita semua tahu dia sangat gampang mengenal dan dikenal orang lain. Bahasa inggrisnya “easy going”. Susah juga ngejelasin pake bahasa asli =.=”. saya hanya ingin tahu apakah dia inget atau tidak ketika dia ngajak saya untuk kampanye EH di suhat dengan alasan yang sama. Herannya, dia ini anak EH, mana mungkin ga ada teman disana? Saya hanya diam saja dan menemani dia kampanye. Saya pengen tahu, dia mikir atau enggak saya punya kenalan atau gak disana, punya teman atau enggak? Dan  haaah, dengan menyesal saya katakan saya harus diam berdiri diantara anak anak EH Malang yang barusaja semalam saya kenal salah satu diantaranya, satu orang tok. Sisanya belom. Pas kampanye, ya saya Cuma diem karena teman saya ini juga ikut kampanye yang posnya berbeda dengan saya. Jadi, berakhirlah saya dengan anak-anak EH yang baru saja kenalan, positifnya: Tambah temen. Ada beberapa anak yang saya kenal seperti Bagas dan Dini, tapi ya mereka sibuk dengan tugasnya masing, masing. Intinya, siapa disana yang gak punya teman? Saya sodara-sodara. SAYA! Tapi ini gak masalah buat saya. Saya berusaha untuk tak lagi menjadi kakak terjahat dan ingin berbuat baik meskipun saya dimata orang sangat jahat. Biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu asal tuhan menjaga selalu.
Alasan kedua, hari jumat, dimana saya harusnya bisa konsultasi judul laporan PKN saya kedosen pembimbing hilang sudah karena harus ikut interview untuk menemaninya. Baiklah, masih ada senin. Luar biasanya, Senin saya ke ruang beliau, ternyata beliaunya sudah di Cina sampai dua minggu kedepannya. *Gantung diri*. Dan saya benar-benar pengen nangis dengan keadaan seperti itu. Deadline sudah didepan mata, tapi judul saja belom bisa dikonsultasikan. Padahal saya sudah nulis sampai bab 4. Kurang gila apa coba?
Dan setelah itu, saya masih dipersalahkan karena tidak mau menemaninya menjadi stafnya. Bukan, bukannya saya menolak menjadi seorang staf, tapi ada anak lain yang bisa diajari dan posisi staf sangat bagus untuk belajar. Selain itu, saya sudah pengen benar-benar berhenti. Logika saya, kalau saya jadi staffnya, berarti kapanpun dia ke sekret, saya pun akan sering mengikutinya sebagai “teman”nya. Bukan itu masalahnya, saya gak punya niat untuk kesana, itu masalahnya. Semangat hidup saja saya gak punya, apalagi semangat organisasi? Begitulah mikirnya saya. Sempit sih, tapi saya punya mimpi yang ingin saya kejar. Ini niat saya, wallahi, insyaAllah ini tercapai.
Apakah terlalu muluk-muluk keinginan saya ini? saya Cuma pengen untuk kali ini yang bagian ini saja dimengertinya. Yang lainnya saya gak peduli, kenapa? Mau saya jadi korban pun, asalkan untuk teman, saya gak akan protes. Karena saya ingat, teman-teman saya di SMA tidak memberikan pilihan, mereka semua baik dengan saya. Dan inilah, saya juga ingin baik dengan siapapun teman saya. (yaah, meskipun kadang malah salah sih). Tapi saya bingung, bagaimana saya harus menjelaskannya lagi agar kali ini saya dimengerti bahwa saya benar-benar tak tertarik dengan organisasi. Saya tertarik dengan mimpi. Hanya dan Hanya itu saja.
Mau dia membuat perjanjian kalau bukan saya yang terpilih saya harus ikut forum, saya gak masalah. Meskipun saya tahu, saat ini sedang kanker (red:kantong kering) Cuma untuk biaya forum, gak masalah, kalau dia ingin saya matipun saya gak masalah (ini urusannya Allah soale, mau saya terima atau enggak kan yang di atas yang berkuasa ehehe). Kalau itu membuatnya puas dengan membuat saya melakukan apa yang diinginkannya asalkan tak membuang waktu “penting” saya untuk fokus pada kegiatan luar kampus, saya terima dengan tangan terbuka. Intinya, Cuma satu yang saya inginkan, jangan paksa saya untuk gabung dan membuat saya merasa bersalah karena saya punya jalan sendiri dengan menolak “menemaninya” padahal bukan salahku.
Saya tau, orang lain mesti mikirnya, bisa kok organisasi dan ngejar mimpi bareng. Iya, dulu saya bisa menulis dan organisasi bareng. Ada yang lebih besar dari itu, dan waktu saya untuk menggali ide dan berkumpul dengan penulis itulah yang tidak pernah saya dapatkan saat ini, hingga saya vakum selama 2 tahun. Karena dibalik kehidupan saya dengan teman-teman saya ini, saya punya teman-teman lain yang harus saya jumpai. Saya tidak ingin selamanya bersama mereka dan tiba-tiba selesai kuliah selesai pula waktu saya dengan mereka. sudah saatnya mengimplementasikan “manajemen prioritas”.
Dan terakhir saya tekankan, inilah jalan yang ingin saya tempuh, kalau tidak bisa dimengerti, mohon dihargai, itu sudah lebih dari cukup. Untuk selanjutnya, saya akan berusaha menjadi teman yang lebih baik lagi.

Tulisan ini, saya buat untuk teman saya. Setelah saya posting, dia akan langsung saya mention, agar semuanya jelas. Tidak ada salah sangka seperti biasanya. Satulagi, kalau mau protes atau komentar atau klarifikasi maupun konfirmasi dan lain sebagainya, langsung saja ngomong ke saya. Jangan ngomong atau protes ke orang lain apalagi cerita duluan ke papi atau mommy. Sudah tau kalau aku selalu jujur dan frontal kalau punya masalah, jangan buat masalah dengan cerita ke orang lain dan jangan sampai orang lain punya masalah denganku. Langsung ngomong ke aku kalau ada tanggapan.
Namanya teman, FOLLOW UP AND FOLLOW THROUGH.
Terimakasih sudah berkenan membaca cerita singkat dan postingan panjang ini.

ใ‚กใƒ‹ใƒž

9 komentar:

  1. mba nim aku udah follow, aku menjadi keluargamu yang ke 128 lhooo , follow back ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya?
      Udah aku follow juga kook \(>o<)/
      Tengkiu

      Hapus
  2. lumanyan panjang sob ceritanya.. tapi seru saya baca cerita hidup sobat ini.. hehehehe

    ya yang sabar saja. selalu berpikir positif. maka sobat akan dapet sesuatu yang positif. terima dengan lapang dada. semua ada hikmahnya sob.. ok.!!

    BalasHapus
  3. memang lebih baik saling terbuka aja mbak, selagi masih berkesempatan saling sapa :)
    nah, habis baca tweet-nya disneywords itu. makjleb banget mbak rasanya. soal sahabat saya sudah mendahului saya menemui-Nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...saya lebih suka ngomong langsung kalo sama temen yg Ini
      innalillahi....
      Jadi ngerasa bersyukur bgt mbak sahabat aku msh bisa nemenin aku smp skrg T.T

      Hapus
  4. Beasiswa sutradara? mau jadi sutradara yak? kalo ada projek buat film ajak2 yak.. :D
    Semoga temennya baca dengan khusuk postingan ini ya.. :)

    BalasHapus
  5. Feby: haha iya...niatnya pengen jadi sutradara :D
    sip siip...
    iya, dia baca kok :)

    BalasHapus
  6. Persahabatan memang tak ternilai harganya. Ketika senang, sedih, galau, dan lain sebagainya sahabat yang selalu ada bersama kita.

    Nice share kawan :)

    BalasHapus

Silakan berkomentar disini :)