Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan Setahun Kerja

Bulan depan, tepat 1 tahun saya kembali ke Jakarta setelah 6 bulan 2 minggu bertugas di Cabang Palembang. Sampai hari ini, banyak yang bilang kerjaan saya asyik-asyik dan enak-enak aja. Saya memaklumi dan banyak menyetujui pendapat mereka. Sebagai marketing and sales yang sebenernya tugasnya customer relation, pekerjaan ini memang membahagiakan dibandingkan pekerjaan tim lain di bisnis unit yang sama. Jadi, kalau saya bilang stress karena pekerjaan banyak yang gak percaya. Dan sesungguhnya, semua problem yang membuat stress bisa diatasi dalam waktu singkat. Paling lama hanya 3 hari dan itu sampai membuat saya males ngantor. Menilik setahun kebelakang, kerjaan semenyebalkan apapun bisa diatasi, justru challenge bagi saya hingga saat ini adalah  team management . Dari total 11 tim customer sevices, secara de jure saya hanya membawahi 2,5 orang Account Officer (AO) dari total 4 AO. Tetapi secara de facto , ke 4 AO dan 7 CS lainnya berada dibawah saya. Jangankan developing others...

Dear My (Future) Husband

Dear My (Future) Husband, Kalau ditanya tentang apa yang paling membuatku penasaran di dunia ini, jawabannya adalah kamu. Aku penasaran bagaimana wajahmu, setebal apa alismu, seteduh apa tatapanmu, sehangat apa genggamanmu, senyaman apa dekapanmu, selembut apa kecupanmu, dan bagaimana rasanya bersandar di bahumu. Aku penasaran sebanyak apa kesabaran yang kamu punya untuk menghadapiku. Aku penasaran apa yang kurasakan ketika suatu hari nanti melihatmu menjabat tangan ayah untuk mengucapkan ijab kabul atas namaku, ketika suatu hari nanti aku berbagi ranjang denganmu, ketika suatu hari nanti aku mengandung dan melahirkan buah hatimu. Aku penasaran apa yang kurasakan ketika suatu hari nanti identitasku secara personal luntur, terganti dengan identitas baru, sebagai istri serta ibu dari putra-putrimu. Selain itu, aku penasaran apa pekerjaanmu. Apa kamu bekerja di tempat yang sangat jauh hingga aku harus menahan rindu karena kita terpisah oleh jarak untuk sementara waktu. Atau mungki...

Obrolan Siang

Dari sekian ribu cara yang dilakukan ibu untuk mendidik saya menjadi wanita seperti saat ini, setelah lebih dari 24 tahun, baru dititik ini saya menyadari kepercayaannya ada di posisi mana. Tumben-tumbennya, di jam istirahat HP saya berdering bunyi panggilan masuk. Jarang-jarang ada yang menelpon saya melalui nomor tersebut selain VIP customer atau keluarga. Ternyata telepon dari ibu. Seharusnya sesuatu yang penting karena tidak biasa ibu menelpon di jam kerja. Ku telpon balik beliau. Telpon yang cukup penting yang harus saya hadapi. Beliau memaparkan banyak hal, bicara banyak hal, menyampaikan banyak hal, saya hanya diam ditemani hujan yang baru turun dan tumben turun ditengah terik. Setelahnya, saya menjawab pertanyaan dan memberikan argumen seperlunya tetapi detail. Pada penghujung obrolan itu, ibu mengakhiri penjabarannya dengan statement yang cukup membuat saya berontak tapi sendu, mengartikannya pada banyak hal. Dari sekian ribu cara yang dilakukan ibu untuk mendidik saya me...

Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia, ditulis pertama karena penulis merasa harus melihat pelajaran ini berada dibarisan paling atas. Matematika, tidak semua yang dapat dihitung diperhitungkan dan tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung. -Kata Sherlock- PPKn, upacara bisa jadi kenangan terbaik yang saya ingat saat belajar PPKn. Olah Raga, "maen kasti dulu lah pak." Lalu tiap mata pelajaran olah raga selalu main kasti. Ilmu Pengetahuan Sosial, RPUL mana RPUL. Ilmu Pengetahuan Alam, semua yang kamu cari jawabannya ada di RPAL! Kimia, semua masalah akan terpecahkan kalau kamu tau rumus kimianya. Biologi Fisika, sehafal apapun kamu dengan semua rumusnya tidak menjamin tidak remedi. Saya saksi hidup. Selalu remedi meskipun apal semua rumus fisika *pasang kacamata item* Bahasa Inggris Sejarah Geografi, olimpiade geoscience, soalnya tentang bebatuan. diamond mana diamond.  Kesenian dan Ketrampilan Seni.  Agama Bahasa Jawa Nahwu-Shorof ...

Cita-cita

Angin siang awal Bulan Juni benar-benar menentramkan, adem. Sebab bumi sedang berada di titik terjauh dari matahari. Sayang, musim dingin yang terik ini hanya terjadi di luar. Pikiranku? Sedang panas dan bergejolak. Hanya karena sebuah pertanyaan yang menentukan masa depan. Apa cita-citamu?

Pindah Episode 2

Kalau aku pernah menyebut bahwa tahun 2015 adalah tahun perpindahan dan tahun 2016 adalah tahun liburan, maka silakan dibantah. Aku salah! 2016 aku masih pindah! 2016 aku ga punya rencana liburan. 5 kali pindahan selama satu tahun itu ternyata masih berlanjut sampai awal tahun 2016. Belum genap satu semester di Palembang, aku harus packing barang-barang lagi. Harus hengkang dari Palembang dalam hitungan hari. Aku masih linglung. Tak menyangka akan pindah secepat ini. Kembali ke Jakarta~ "Rasanya memang tak seberat saat pindah dari Jakarta ke Palembang, tapi tetap saja memindahkan hati tak semudah memindahkan barang~" Saat akhirnya mulai memiliki teman yang bisa diajak ngobrol, bisa les sesuka hati, bisa nonton senin kamis, dan bisa liburan tiap bulan.  Akhirnya ada temen yang ngajakin main dan nongkrong bareng.  Saat akhirnya bisa berkebun bareng Palembang Berkebun setelah lama vakum dari komunitas hijau. Saat akhirnya udah rutin ngaji bareng ibu ibu komplek. Saat a...