Langsung ke konten utama

Hair Treatment

Disclaimer: postingan gak berbayar dan (akhirnya) publish biar ga susah cari review lengkap.

Masalah rambut rontok jadi isu yang cukup nyebelin. Beberapa tahun terakhir rontoknya makin parah karena rusak akibat hairstyling. Hairstyling? Iya, this is how i got me time: highlight, smoothing, curly, catok, apalagi kalau keramas pagi dan buru-buru ngator, harus pakai hairdryer. Aku aja yang merasa atau memang penggunaan hairdryer memperbanyak rontoknya? Saking banyaknya yang rontok dan rambut mulai menipis, aku mulai ganti shampoo H&S ke panten aqua(lagi), lalu pakai lidah buaya. Karena gak sabar, akhirnya memutuskan melakukan hair treatment di Erha. 

Kenapa Erha? Dari beberapa rekomendasi klinik ada 2 yang menurutku worth to try. Salah satu alasan klinik sebelah gak terpilih adalah karena lokasinya di Kebon Jeruk, jauh dari tempat tinggal ane sist~. Sedangkan, Erha ada dimana-mana, bahkan di Gading ada 2. Alasan lain adalah advertisement mas-mas yang wajahnya meyakinkan banget *canda deng
Disana, saat konsultasi dengan dokter, foto rambut dan cek kondisi. Kurang lebih dokter bilang begini,
"Normalnya, ada 3 batang rambut tebal yang tumbuh dalam 1 titik seperti ini (nunjuk ke monitor). Nah, yang hanya tumbuh 1 batang dan tipis ini perlu kita rawat. Proses perawatan biasanya 3-6 bulan."
Glek. Lama banget.
Berdasarkan assessment itu, dokter merekomendasikan 6 produk erhair dan red light therapy. Produk bisa dibeli semua atau sebagian, demi perawatan sukses aku membayar semuanya. Produknya:

1. Hairgrow Shampoo
Shampoo ini dijual bebas di apoteknya. Tadinya gak mau pakai shampoo ini karena dulu udah pernah pakai dan bikin rambut kusut. Tapi kata dokter tetep harus dicoba. Bayklah.

2. Hairgrow Serum
1 pax isinya 7 botol @8ml + 1 aplikator dan hanya dipakai selama 7 hari berturut-turut setelah keramas. 1 botol terlalu banyak untuk sekali pakai, tapiiii karena saran penggunaannya seperti itu akhirnya aku mengikuti petunjuk. Kalau berhemat-hemat serum tapi gak ngaruh sama aja bohong, jadi nurut saran aja -.-"

3. Hairgrow Tonic
Tonic baru bisa dipakai setelah keramas dan setelah penggunaan serum habis. Jadi, baru bisa dipakai di hari ke 8. Tonicnya berbeda dengan tonic yang dijual bebas. Racikannya berdasarkan rekomendasi dokter. Setelah disemprotkan ke area yg mengalami penipisan, kulit terasa dingin.

4. Scalp Gel
Gel bening seperti lidah buaya. Dioleskan ke rambut 30' sebelum keramas. Ku sering lupa ngolesin ini dan buru-buru ngantor :\

5. Follicore tablet
Tulisannya untuk perawatan dan membantu pertumbuhan rambut. Dijual bebas di apoteknya. Saat konsultasi, aku disarankan minum tablet. Sebelum diberi obat macem-macem aku menyampaikan kondisi maagh beberapa bulan terakhir. Akhirnya dokter menyarankan obat herbal. 

6. Skincore tablet
Beda dengan Follicore obat khusus rambut, tablet pro vit A to Zinc untuk memaksimalkan dan mempercepat perawatan. Tablet ini dijual bebas di apoteknya.

7. Red Light Therapy
Salah satu terapi untuk mengurangi kerontokan dan membantu pertumbuhan secara cepat. Terapi dilakukan 4 kali setiap minggu selama satu bulan, terapi dilakukan selama 20 menit 40 detik. Bulan pertama, aku gak ambil terapi ini karena gak yakin. Biayanya 200.000/terapi. 

Inilah yang ditunggu-tunggu, total biaya yang dikeluarkan untuk semua produk dan konsultasi adalah 1,2jt. Fiuh. Daaaaaan, semua produknya habis tiap bulan wkwkwk. Eh engga ding, scalp gel bisa 2 bulan (kalo keramasnya seperti aku, 2hari sekali XD).

Btw, udah hampir 3 bulan treatment. Next time akan cerita hasil konsultasi berikutnya~
Cheers
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

Catatan Melahirkan

  Anindita Nadine Hafa. Dihadapkan pada situasi harus memilih melahirkan dengan metode SC atau induksi karena berat badan bayi di USG 3,2 di minggu 39. Prediksi di minggu 40 adalah 3,5. Sungguh besar untuk anak pertama. Sedangkan aku ingin melahirkan dengan normal. Selama ini berusaha agar bisa melahirkan dengan normal karena khawatir tidak bisa menjaga anak dengan kondisi pasca SC, mengingat aku harus merawat anak sendiri tanpa bantuan orang tua maupun baby sitter (belum punya). Namun, sejak masuk usia kandungan 9 bulan gak bisa jalan karena kaki kiri sakit. Tidak bisa jalan selama satu bulan, untung diijinkan WFH. Karena ada kondisi tersebut, kakak-kakak ipar merekomendasikan SC. Selama beberapa hari kepikiran, hari Senin berencana induksi jika tidak terjadi kontraksi. Sabtu malam, sembari nunggu Bayu pulang praktek di rumah mama mertua, kakak ipar merekomendasikan SC Eracs ala artis yg katanya painless dan cepat pulih. Sampai kakak ipar cek ke dokter di RS Siloam apakah bisa pro...