Langsung ke konten utama

Lari

Bagi orang introvert sepertiku, melakukan banyak hal sendiri memang menyenangkan, tapi ada kalanya butuh melakukan banyak hal bersama orang lain agar lebih mudah dan ringan. Sayangnya, aku terlalu sering dengan pedenya menghadapi apapun sendirian. Aku memang kuat, tapi kadang lupa dengan batasnya (kata temen sekosan sih), tapi aku tetap merasa "I can handle it, mba." Padahal aslinya belum tentu aku bisa. Ini hanya salah satu contoh bahwa aku ga mengenali diri sendiri. 
Dan minggu lalu, aku menemukan hal lain yang serupa. Selama beberapa minggu sebelumnya, aku merasa semua akan baik-baik saja dan berjalan lancar sesuai dugaan. Bener sih, emang semua baik-baik saja. Faktanya, aku tahu kalau aku melakukan hal yang benar, tapi aku justru marah karena aku terpaksa melakukannya. Ini akan cukup berat jika kupikul sendiri. Aku tau kalau semuanya akan lebih baik jika aku cerita kepada temanku. Tapi aku tidak melakukannya. Seperti yang kubilang, aku terlalu pede menghadapi apapun sendiri. Hingga suatu saat nanti, yang bisa kulakukan hanya berlari. Semoga saja aku kembali dan mampu menghadapi.
Dear God!
*acakacakrambut 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Keluar Itu Sederhana

Ketika kemarin dan beberapa hari lalu saya terbelit masalah gak penting dan beberapa kali membuat napas saya sentik sentik (susah dijelaskan dengan kata kata, dan intinya saya gak bisa menjelaskan betapa terpuruknya saya kemarin-kemarin) seperti yang saya posting kemarin di PURUK . Dosen saya pernah mengatakan bahwa Komunikasi lah yang mampu menyelesaikan masalah, tetapi Komunikasi juga yang menyebabkan masalah. Bukannya mentang-mentang saya mahasiswa ilmu komunikasi, saya mahasiswa ilmu komunikasi saja mengalami gagal komunikasi, apalagi yang mahasiswa teknik -____-

DiGombali Maba #1

FISIP TANGGUH SATU PERJUANGAN! Sebenarnya kegiatan ospek fakultas saya sudah selesai tanggal 1 September kemarin, tetapi rangkaian acaranya selama satu semester ke depan. Namanya saja PKKMABA FISIP, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FISIP 2012. Ya agenda inilah yang membuat saya cukup sibuk padahal mestinya saya liburan di Karimunjawa saat itu bersama teman saya Ticer . Semua planning yang sudah matang selalu saja gagal T_T Nah, rangkaian PKKMABA biasanya diadakan setiap hari Sabtu, a.k.a Student Day. Kebetulan saya di Divisi Acara, jadi yaa semua hal yang gak penting dan aneh-aneh mesti adaa di agenda ini, hihihi. Saat Ospek kmarin, salah satu tugas hari terakhir yang paling berkesan <<---ini menurut saya, adalah menulis surat kepada kakak panitia . Surat Terbaik, Surat Terjahat, Surat Cinta, Surat Fasilitator. It was great media to improve our relation with MaBa , that's why it should be the most easy task from us .

Catatan Melahirkan

  Anindita Nadine Hafa. Dihadapkan pada situasi harus memilih melahirkan dengan metode SC atau induksi karena berat badan bayi di USG 3,2 di minggu 39. Prediksi di minggu 40 adalah 3,5. Sungguh besar untuk anak pertama. Sedangkan aku ingin melahirkan dengan normal. Selama ini berusaha agar bisa melahirkan dengan normal karena khawatir tidak bisa menjaga anak dengan kondisi pasca SC, mengingat aku harus merawat anak sendiri tanpa bantuan orang tua maupun baby sitter (belum punya). Namun, sejak masuk usia kandungan 9 bulan gak bisa jalan karena kaki kiri sakit. Tidak bisa jalan selama satu bulan, untung diijinkan WFH. Karena ada kondisi tersebut, kakak-kakak ipar merekomendasikan SC. Selama beberapa hari kepikiran, hari Senin berencana induksi jika tidak terjadi kontraksi. Sabtu malam, sembari nunggu Bayu pulang praktek di rumah mama mertua, kakak ipar merekomendasikan SC Eracs ala artis yg katanya painless dan cepat pulih. Sampai kakak ipar cek ke dokter di RS Siloam apakah bisa pro...